logo

TEACHING & TRAINING DEPARTMENT

tagline fgbmfi

T&T: Tentang Empat Kuadran Rohani

safety-training

Mengetahui dimana kita berada dan kemana kita menuju dalam kehidupan rohani kita sehari-hari sangatlah penting. Ini adalah suatu potret tentang posisi rohani dimana kita berada saat ini dan apa yang menjadi tujuan akhir dari kehidupan kita. Dengan mengetahui dimana kita berada kita akan dapat menentukan setidak-tidaknya beberapa hal sebagai berikut:

 

1.      Apa yang masih kurang dalam kehidupan rohani kita dan apa kelebihan yang sudah kita capai

2.      Apa yang sedang kita usahakan di hidup ini: apakah lebih berorientasi kepada kekayaan materi atau kekayaan rohani.

3.      Langkah-langkah yang harus kita tempuh untuk mencapai kehidupan yang didambakan (tujuan hidup setiap orang berlainan).

Tulisan ini adalah pedoman garis besar untuk menjawab beberapa poin di atas, dengan demikian hidup kita akan menjadi lebih terarah, efisien dan menuju sasaran yang jelas.

Secara umum tujuan hidup bagi setiap manusia adalah untuk mencapai kesuksesan atau diberkati baik secara fisik-Physical blessings (berupa berkat materi, uang atau kekayaan) maupun berkat rohani-Spiritual blessings (pertobatan, kedewasaan rohani, buah-buah Roh Kudus, hikmat Tuhan,  kekudusan, dan berkat2 /kekayaan surgawi lainnya).

Kami membaginya menjadi 4 kuadran rohani - 4 Spiritual Quadrants, seperti tergambar di bawah ini:

quadrants

Kuadran I adalah Orang yang secara rohani dan fisik miskin.

Kuadran II adalah orang yang secara rohani miskin tetapi secara fisik kaya.

Kuadran III adalah orang yang secara rohani kaya tetapi secara fisik miskin.

Kuadran IV adalah orang yang secara rohani dan fisik kaya.

Ruang dalam setiap kuadran adalah berupa titik-titik dimana orang tersebut saat ini berada dan itu bersifat tidak statis/ tetap tetapi terus bergerak. Titik di tengah adalah yang membagi setiap kuadran. Kalau posisi teratas nilainya 10, maka titik tengah adalah 5. Dibawah 5 ( baik secara rohani maupun fisik) kita katakan miskin. Tapi inipun berjenjang, miskin dengan nilai 1 berbeda dengan nilai 4 apalagi mendekati 5. Angka 5 bisa katakan angka rata-rata atau cukup. Diatas 5 ( baik secara rohani maupun fisik) kita katakan kaya. Tapi inipun berjenjang. Kaya dengan nilai 6 berbeda dengan nilai 9 apalagi mendekati 10.

Seseorang bisa saja mulai dari kuadran I, dimana dia miskin secara rohani dan miskin secara fisik. Mungkin sebagai contoh (bisa contoh yg lain) ada seseorang dan orang ini dari orang yang tidak mampu, berasal dari luar pulau namun bisa bersekolah di sekolah teologi tertentu dengan bantuan seorang donatur dan ia punya cita-cita yang tinggi untuk menjadi gembala. Ia punya karakter yang baik dan seorang yang rajin&pekerja keras, sehingga dari waktu ke waktu ia naik secara rohani, sementara secara fisik dia tetap kekurangan, hanya pas-pas-an. Dari perjalanan waktu orang ini bertumbuh dari seorang mahasiswa biasa menjadi seorang doktor teologi dengan beasiswa tertentu. Lalu ia-pun menjadi seorang penulis buku yang handal dan “best-seller” serta mendirikan gereja dengan jemaat yang cukup besar di kota besar.  Dari seorang yang miskin secara rohani dan fisik, dalam perjalanan waktu, ia naik menjadi kaya rohani dan kemudian menjadi kaya secara fisik. Ini berarti melompat dari kuadran Q-I ke Q-3 lalu ke Q-4.

Dalam perjalanan waktu bisa saja orang ini turun dari kuadran (Q-4) ke Q-2, jika tidak memelihara kehidupan rohani yang baik, baik itu karena faktor tamak akan uang maupun kehidupan yang duniawi atau amoral. Bisa juga balik kembali ke Q-1, kalau tidak ada pertobatan. Orang2 yang di Q-2 harus ingat akan pesan Tuhan Yesus, “ Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawa-nya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?” (Matius 16:26).

Di dalam alkitab, kita mendapati contoh tentang orang2 yang mulai dari Q-1 ke Q-3 adalah perjalanan sebagian besar para rasul utama Tuhan Yesus. Mereka umumnya orang2 sederhana dari kaum nelayan dan tidak berpendidikan, secara rohani mereka miskin pada  awalnya. Rohani mereka terangkat naik secara signifikan karena belajar dari Guru Agung, Tuhan Yesus selama +/- 3 tahun selagi Tuhan hidup bersama mereka  dan setelah itu memperoleh kepenuhan dan hidup dipimpin oleh Roh Kudus. Mereka kaya secara rohani, namun secara fisik kehidupan mereka sangat sederhana (cukup).

Di luar 12 rasul utama ada rasul Paulus, yang mulai dari kuadran Q-2 ke Q-3.

Perjumpaan Rasul Paulus secara pribadi telah mengubah total hidupnya dan pernyataannya yang terkenal adalah, “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagi-ku, sekarang kuanggap rugi karena Yesus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhan-ku lebih mulia daripada semuanya. Oleh karena Dia-lah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.” (Filipi 3:7-8). Dan satu lagi pernyaaan Paulus yang dasyat adalah, “ ...Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam Aku,...”(Gal. 2:19-20). Tetapi tahukan kita semua tentang bagaiamana situasi akhir hidup Paulus?. Di kitab Kisah Rasul bab terakhir ayat terakhir, kita mendapati bahwa Paulus ketika ia memberitakan Kerajaan Surga dan mengajar tentang Tuhan Yesus di Roma,  ia tinggal di rumah yang disewanya! (Kis 28:30-31). Dia adalah orang yang sangat kaya rohani namun bukan seorang yang kaya secara fisik.  Hidup dalam ukuran sederhana (cukup) secara fisik.  

Kehidupan di Kuadran Q-3 dimana orang kaya secara spiritual namun secara fisik sederhana seperti hidup rasul-rasul Kristus jarang dikotbahkan di gereja-gereja, persekutuan2 keluarga ataupun pengusaha ataupun profesi. Lebih banyak dikotbahkan tentang berhasil secara fisik tetapi tanpa ketaatan penuh dan hidup  seutuhnya di dalam kebenaran serta kekudusan, seperti halnya kotbah tentang injil kemakmuran.  Pengajaran dan kotbah seperti ini hanya menina-bobokan jemaat ataupun anggota persekutuan. Ketika goncangan tiba, jemaat atau anggota seperti ini tidak akan bertahan. Hidup memikul salib, menyangkal diri seperti yang diajarkan oleh Tuhan Yesus dan di sebarkan oleh rasul-rasulnya sudah sangat langka. Coba simak apa yang dikatakan oleh rasul Paulus dalam 2 Korintus 11 :23-28, yg berbicara tentang PELAYAN Kristus:

-         Berjerih lelah, lebih sering di dalam penjara, didera diluar batas, kerap kali (

-         Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh  pukulan kurang satu pukulan

-         Tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari batu, tiga kali mengalami kapal karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut

-         Aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang Yahudi dan bukan Yahudi, bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut dan bahaya dari saudara2 palsu

-          Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian

-         Dan dengan tidak menyebut hal lain lagi, urusan-ku sehari-hari, yaitu untuk MEMELIHARA SEMUA JEMAAT-JEMAAT.

Ada harga yang harus dibayar selaku murid dan pelayan Tuhan Yesus.

Apa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus bukanlah untuk mencari kekayaan /harta duniawi atau kaya secara fisik (Matius 6:19-21). Dia mengajarkan kita untuk mencari Kerajaan Surga dan Kebenaran-Nya( Matius 6:33). Dia menekankan(yang utama) akan kekayaan rohani (harta disurga)  daripada kekayaan fisik (harta duniawi)!

Paulus menekankan tentang Nilai2 ilahi ( keserupaan dengan Tuhan- Godliness) ditambah dengan rasa cukup (contentment) adalah KEUNTUNGAN BESAR (great gain)..(1 Timotius 6:6- King James Version/KJV).

Dari kehidupan para rasul Tuhan Yesus, kita belajar dari hidup Yudas, salah seorang rasul utama yang diangkat naik dari kuadran Q-1 ke Q-3 namun diakhir hidup-nya dengan tragis ia jatuh kembali ke kuadran Q-1.

Mengapa? Karena ketamakan! Cinta uang telah membuatnya mengkianati Tuhan Yesus. Ingat akan perkataan Paulus,” Karena akar dari segala kejahatan ialah cinta akan uang. Sebab oleh memburu uang-lah( ketamakan-greediness-KJV) beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” (1 Tim.6:10)

Ada juga seseorang yang mulai dari kuadran II(Q-2), karena dia dilahirkan dari keluarga kaya namun hidup secara duniawi dan jauh dari Tuhan. Orang semacam ini lewat pertobatan dan perjumpaan langsung dengan Tuhan serta bertekun belajar untuk dipimpin oleh Roh Kudus mengalami peningkatan rohani yang signifikan. Dia bisa berpindah dari kuadran Q-2 ke Q-4 lewat perjalanan waktu karena keseriusan dan ketekunan untuk hidup takut akan Tuhan, punya mentor rohani yang handal, suka akan Firman Tuhan serta menjadi pelaku Firman Tuhan. Contoh hal ini kita dapati dalam pasangan Akwila dan Priskila, pasangan pengusaha, di Kisah Para Rasul pasal 18. Melalui mentor yang handal yaitu Rasul Paulus, yang tinggal bersama dengan mereka& yang mereka ikuti dalam perjalanan misi Paulus, hidup rohani mereka diubahkan. Mereka dari miskin secara rohani menjadi kaya secara rohani. Mereka mampu bahkan mengajari orang sekelas Apolos, yang ahli dalam soal – soal Kitab Suci (Kis. 18:25-26), menjelaskan kepadanya jalan-jalan Tuhan dengan lebih sempurna. Betapa mengagumkan!

Ada suatu kecenderungan secara alami bahwa ketika seorang ada di kuadran Q-1 dan tanpa pengenalan akan Tuhan yang benar dan serius di dalamnya, ia akan mengejar kekayaan secara fisik, untuk masuk dalam kuadran Q-2. Kekayaan secara fisik berupa materi, uang atau harta telah banyak membuat orang lupa, bahwa tanpa Tuhan kekayaan secara fisik adalah kosong dan sia-sia belaka.  Perhatikan akan peringatan Tuhan Yesus kepada orang yang kaya( secara fisik) tapi bodoh (miskin secara rohani) di dalam Lukas 12. “ Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu. Hai engkau orang bodoh, pada malam ini jiwa-mu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi diri-nya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Tuhan.”

(Lukas 12: 15, 20-21)

Setelah kehidupan di dunia ini ada kehidupan kekal menanti kita, apakah kita ada di neraka atau di surga, itu akan selama-lamanya. Hidup di dunia ini hanya sementara, mungkin 70 – 80 tahun, tetapi setelah itu dalam kekekalan, selamanya. Apa yang kita kerjakan, tabur dan tanam di dunia ini akan menentukan posisi kita di dalam kekekalan nanti. Paulus mengatakan kepada kita di dalam kitab Ibrani 9:27, “ Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati HANYA satu kali saja, dan sesudah itu DIHAKIMI.”

Kesempatannya Tuhan berikan kepada semua orang sama, ya waktu selagi hidup di dunia ini. Setelah itu posisi kita akan ditetapkan di dalam kekekalan nanti. Menurut apa yang Tuhan ajarkan dalam nats Lukas 12 : 21 di atas, kita harus KAYA dihadapan Tuhan ( kaya secara rohani!). Maukah kita? 

Orang2 yang ada di kuadran Q-4 adalah yang paling berbahagia dan diberkati. Diberkati di bumi dan disurga. Namun untuk menanjak dan tiba sampai ke kuadran ini dibutuhkan kesetiaan dan ketaatan total atas Firman Tuhan dan juga kedaulatan Tuhan (sovereignity of God).  Firman Tuhan mengatakan, “ Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya,..”(Amsal 10:22). Di dalam alkitab kita mendapati salah satu contoh yaitu Daniel. Daniel beranjak dari kuadran Q-3 ke Q-4.

Seorang pemuda yang dari umur belasan sudah mempunyai kehidupan rohani yang sangat baik (kaya). Tidak mau menajiskan dirinya dalam kecemaran serta memelihara kehidupan yang kudus. Di-rekrut ke istana Babel waktu muda. Secara fisik dia belumlah kaya. Namun perjalanan waktu membuktikan bahwa dengan hikmat yang penuh dari Tuhan, yang diperoleh lewat kehidupan yang sangat intim dengan Tuhan, ia mampu memberikan jawaban dari suatu persoalan yang hampir mustahil dapat dilakukan manusia biasa. Kita mendapati rahasia atas hikmat ini di dalam Daniel 6:11,” ...Dalam kamar atas-nya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem, tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allah-nya seperti yang biasa dilakukannya.”

Ia seorang yang penuh hikmat, pengetahuan dan akal budi (Daniel 5:12). Kecerdasannya sepuluh kali lebih cerdas daripada semua orang yang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaan Babel ( Daniel 1:20). Ia memperoleh kasih sayang dari raja-raja Babel yang memerintah. Ia memperoleh kedudukan yang sangat tinggi di seluruh kerajaan Babel. (Daniel 6:3). Dengan kedudukan yang tinggi, perjalanan hidupnya naik dari kuadran Q-3 ke Q-4.

Apa rahasia Daniel untuk menggapai semua ini? Alkitab memberikan jawaban yang jelas. Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun atau suatu kesalahan, sebab ia SETIA dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya.”(Daniel 6:5)

SETIA. Kata ini mengandung 4 pengertian:

  1. Teguh, kokoh , tidak gampang goyah. (Yosua 1:6-9).Tidak mendua hati (Yak.1:8)
  2. Dapat dipercaya/diandalkan (Amsal 28:20)
  3. Roh menguasai jiwa, bukan seorang jiwaniah (1 Kor.9:27; Ams. 16:32)
  4. Melekat kepada tugas yang dibebankan (Yoh.4:34).

Keempat hal di atas semua didapati dalam kehidupan Daniel. Hatinya tidak pernah digoyahkan dengan hal apapun, termasuk ancaman untuk dibinasakan. Karena ia teguh dan punya kepercayaan yang sangat besar akan Tuhan. Semua pekerjaan dilakukan dengan sangat baik dan tanpa cacat. Bahkan kelalaianpun tidak didapatkan. Luar biasa! Dia adalah seorang yang punya roh yang luar biasa (excellent spirit- Daniel 5:12).

Seorang yang setia ia akan setia terhadap hal-hal dibawah ini:

  1. Setia kepada hal-hal kecil ( Luk.16:10) 
  2. Setia dalam hal-hal yng menyangkut uang (Luk.16:11) 
  3. Setia atas harta orang lain (Luk.16:12) 
  4. Setia kepada keluarga (1 Tim.5:8) 
  5. Setia kepada Firman Tuhan. Memberitakan FT seutuhnya. (1 Kor.4:1-2) 
  6. Tuhan (Yoh.12:42-43). 

Karena kesetiaannya dan kedaulatan Tuhan Daniel memperoleh apa yang patut didapatnya. Ia adalah type orang yang ada di kuadran Q-4. Maukah kita?

Ketika kita sudah ada di kuadran Q-4, kita harus tetap di sana, bahkan menaik dalam jenjang kita. Kita harus setia sampai akhir. Jangan sampai turun di kuadran Q-2. Raja Salomo memberikan kepada kita contoh, agar supaya jangan jatuh ke kuadran Q-2. Salomo dalam masa mudanya ia sudah kaya secara fisik (anak raja) dan karena ajaran dari Daud sang ayah dia tumbuh menjadi anak muda yang kaya rohani. Tuhan berkenan menampakkan kepadanya dalam mimpi (1 Raja-raja 3:5). Seseorang yang didatangi Tuhan adalah orang yang spesial, punya perkenanan tersendiri dalam pandangan-NYA. Salomo menjadi raja yang terkaya dan paling berhikmat di kolong langit (1 Raja-raja 3:12-13)!

Namun perjalanan waktu membuat Salomo berubah. Hati-nya menjauh dari Tuhan. Ia lebih mencodongkan hatinya kepada istri-istrinya serta dewa-dewa mereka (1 Raja-raja 11:1-4). Ia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti Tuhan. Pengakuan Salomo sendiri bahwa ia adalah raja tua yang bodoh yang tidak mau diperingati lagi (Pengkotbah 4:13). Tragis. Komentar yang sangat terkenal dari Salomo adalah,” Kesia-sia belaka, segala sesuatu adalah sia-sia dan usaha menjaring angin.” (Pengkotbah 1: 2, 12)

Dari uraian di atas, harusnya kita tahu dimana kita sekarang berada dan mau kemana kita akan berjalan/menuju. Karakter atau kualifikasi apa yang kita butuhkan untuk sampai di kuadran Q-3 dan atau Q-4. Peringatan untuk tidak jatuh dari kuadran Q-4 ke Q-2 atau Q-3 ke Q-1. Namun kalau kita masih ada di kuadran Q-1 atau Q-2, janganlah putus asa. Tetapi marilah lebih meningkatkan diri kita untuk naik ke kehidupan yang kaya akan kekayaan rohani.

Kekayaan secara fisik bukanlah yang Tuhan Yesus ajarkan. DIA mengajar kepada kita tentang kesamaan dengan karakter-NYA. Tuhan Yesus berkata, “ AKU datang untuk supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yoh.10:10).

IA tengah berbicara tentang KUALITAS hidup-NYA. Ini berbicara tentang kualitas yang seperti IA tunjukkan kepada kita. Karakter. Buah2 Roh. Itu yang harusnya berlimpah-limpah dalam hidup kita. Buah2 Roh (kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaan diri) itu haruslah melimpah dalam hidup kita. Ia tidak sedang berbicara tentang limpah kekayaan secara fisik.

Ketika kita punya KUALITAS hidup-NYA, maka hidup kita akan KAYA. Kaya dihadapan Tuhan. Kita akan ada di kuadran Q-3! Kalau Tuhan dengan kedaulatan-NYA membawa kita ke kuadran Q-4, PUJI TUHAN! Berarti dampak hidup kita bagi orang lain, masyarakat bahkan bagi negara harus lebih besar lagi, karena siapa yang diberi banyak akan dituntut banyak. Maukah kita? Amin.

  

Vincent M Widjaya

 

National Director T&T

 

  • best energy
  • bra q
  • img002
  • chemindo